Pengelolaan Diabetes Melitus

Bagaimana Mengendalikan Diabetes Melitus Tipe-2 (DMT2)?

Diabetes sampai saat ini memang belum bisa disembuhkan, tapi bukan berarti penyakit ini tidak bisa dikendalikan.  Upaya-upaya pencegahan sampai pengendalian bisa dilakukan dengan menerapkan 4 (empat) pilar utama yang meliputi, edukasi, pola makan (diet), olahraga (aktivitas fisik), dan terapi farmakologi (pengobatan).

a. Edukasi
Pembelajaran bagaimana pola hidup sehat dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengelolaan terhadap diabetes secara menyeluruh. Pola makan, komplikasi, cara minum obat dan tanda kegawatdaruratan adalah hal-hal yang perlu diketahui oleh penderita dan anggota keluarga.
Mitos dan fakta terkait Diabetes Melitus Tipe-2 (DMT2) juga perlu diajarkan oleh petugas kesehatan kepada penderita diabetes dan keluarganya. Pendidikan ini diperlukan agar penderita dan keluarganya bisa memahami penyakit ini dengan baik.

Tujuan jangka panjang dari edukasi adalah untuk memberikan hidup yang lebih lama kepada para penderita diabetes. Diharapkan penderita bisa hidup lebih bahagia dengan meningkatnya kualitas hidup. Penderita juga akan bisa merawat diri sendiri, selain untuk mengurangi komplikasi yang timbul, juga untuk menekan jumlah hari sakit si penderita. Mobilitas penyandang diabetes diharapkan juga akan meningkat, sehingga mereka tetap bisa berperan dengan sebaik-baiknya di tengah masyarakat.

“Dukungan dari kerabat/keluarga sangat penting bagi penderita DM yang sedang menjalani pengobatan”.

b. Diet (pengelolaan makan)
Pasien diabetes sering kali membayangkan betapa beratnya menjalankan diet menu makanan karena harus berbeda dengan menu anggota keluarga lainnya. Diet mau tidak mau memang harus dilakukan, karena pengaturan makanan menjadi bagian penting dari keberhasilan dalam pengelolaan diabetes secara umum.

Kunci dari keberhasilan diet adalah keterlibatan aktif dari anggota keluarga dan lingkungan sekitar penderita. Sebenarnya para penderita diabetes masih bisa mengkonsumsi semua jenis makanan seperti orang tanpa diabetes, namun tetap harus dikontrol menggunakan prinsip 3J yang meliputi: 
Jumlah, konsumsilah makanan sesuai dengan jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh, jangan kurang dan tidak boleh lebih.
Jenis, perhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, hendaknya sesuai dengan kebutuhan gizi seimbang yang diperlukan si penderita.
Jadwal, makanlah secara teratur (pagi, siang, malam) dan bisa diselingi dengan makanan kecil/camilan di antara jam makan besar.

“Konsultasikan diet anda ke dokter/petugas gizi (nutrisionis) di puskesmas setempat”.

c. Olahraga
Bergerak aktif bisa menjadi pilar sukses selanjutnya dalam pengobatan diabetes melitus. Olahraga secara teratur berperan penting dalam pengaturan gula darah dalam tubuh. Berolahragalah secara rutin sebanyak 3-5 kali seminggu, selama 30-45 menit dengan total 150 menit/minggu. Jangan lupa jeda antara aktivitas tidak lebih dari 2 hari berturut-turut.
Dianjurkan juga untuk melakukan pemeriksaan gula darah sebelum berolahraga. Perhatikan apabila gula darah <100 mg/dL, maka pasien harus mengkonsumsi karbohidrat terlebih dahulu. Namun apabila kadarnya >250 mg/dL, maka dianjurkan untuk menunda dulu melakukan aktivitas fisik. 

Perlu diingat, aktivitas sehari-hari walau dianjurkan tetapi tidak terhitung sebagai olahraga. Olahraga diperlukan selain menjaga kebugaran juga untuk menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitivitas insulin agar pengendalian gula darah bisa diperbaiki. 
Latihan jasmani yang dianjurkan adalah latihan yang bersifat aerobik dengan intensitas sedang seperti jalan cepat, sepeda santai, jogging, dan berenang.

Sedangkan untuk penderita diabetes tanpa kontraindikasi sesuai petunjuk dokter dianjurkan untuk melakukan latihan berat sebanyak 2-3 kali/minggu. Perlu diperhatikan latihan yang dilakukan sebaiknya disesuaikan dengan umur dan status kebugaran jasmani penderita

Untuk para penyandang diabetes yang relatif sehat, latihan jasmani bisa ditingkatkan porsinya. Sebaliknya, untuk penyandang diabetes dengan komplikasi aktivitasnya perlu dikurangi dan disesuaikan dengan kondisi tubuhnya.

“Konsultasikan dengan dokter anda untuk pemilihan jenis olahraga yang akan Anda lakukan”.

d. Pengobatan
Kadang, diet dan olahraga belum cukup untuk mengendalikan kadar gula darah di tubuh penderita diabetes. Jika sudah seperti ini biasanya dokter akan meresepkan obat untuk diminum. Biasanya juga, obat akan diberikan bersamaan dengan program diet dan olahraga, hal ini dilakukan untuk mengendalikan kadar gula darah tubuh ke ambang normal. 

“Konsultasikan dengan dokter anda terkait obat yang diberikan. Patuhi jadwal dan tata cara minum obat anda”.

“Tingkatkan kualitas hidup penderita dengan melakukan 4 pilar pengelolaan DM”.


Bagikan ke Apps Lain